Kapal Karadeniz memiliki kapasitas 120 megawatt (MW). Selama beroperasi diperairan Indonesia, PT Pelni (Persero) dipercaya sebagai operator kapal. Kapal pertama akan dikirim ke Amurang, Minahasa, Sulawesi Utara untuk mengatasi krisis listrik di kawasan tersebut.
"Operator Pelni karena perusahaan listrik nggak bisa operasikan karena untuk operasikan harus punya surat izin usaha angkutan laut. Ada 5 kapal yang kita diminta untuk operasikan," kata Direktur Komersial Pelni Harry Boediarto di lokasi parkir Kapal Karadeniz di IPC Car Terminal, Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pertama. Ini harus bisa karena kapal makin canggih, makin dikit ABK-nya," ujarnya.
Harry menyebut kapal sejenis ini sebetulnya pernah ada di Indonesia. Namun, kapal pembangkit tersebut terkena bencana tsunami di Aceh pada akhir 2004 lalu.
"Dulu di Aceh pernah ada tapi terbawa tsunami. Itu ukurannya lebih kecil," sebutnya.
Kapal pembangkit tersebut nantinya bakal ditempatkan di Amurang, Belawan, Lombok, Kupang dan Ambon.
(feb/hen)











































