Pejabat ESDM Ini Sedih Terpaksa Jual Gas Murah

Pejabat ESDM Ini Sedih Terpaksa Jual Gas Murah

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 08 Des 2015 17:58 WIB
Pejabat ESDM Ini Sedih Terpaksa Jual Gas Murah
Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, mengaku sedih ketika harus menandatangani kontrak penjualan langsung (spot) gas bumi dengan harga murah. Gas bumi Indonesia terpaksa diekspor dengan harga murah karena tidak terserap pasar dalam negeri.

"Saya tanda tangan kargo spot (gas bumi) sedih karena harganya murah. Gas berlebih karena industri dalam negeri tidak bisa menyerap," ungkap Wiratmaja ditemui dalam acara Launcheon Talk, di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Ia memprediksi, kelebihan pasokan gas akan bertambah lagi tahun depan, karena lagi-lagi industri dalam negeri tidak bisa menyerap, akibat perlambatan ekonomi, yang juga berdampak pada menurunnya produksi industri nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan kita akan kelebihan LNG tahun depan. Ada sisa 34 ditambah 14 kargo LNG belum ada komitmen pembeli," ujarnya.

Apalagi produksi LNG (Liquified Natural Gas) dari Tangguh Train III mulai bisa dihasilkan tahun depan. Hal tersebut akan semakin menambah kelebihan pasokan gas karena belum mampu terserap pasar domestik.

"Apalagi tahun depan nanti jika Tangguh train 3 mulai produksi. Nanti (Tangguh) DMO (Domestic Market Obligation) sampai 80%, sementara komitmen pembeli belum ada. Rata-rata produksinya 16 kargo. Pertamina baru komitmen 4 kargo, ada sisa 12 kargo," tutur Wiratmaja.

Seperti diketahui, akibat kargo LNG tak terserap di dalam negeri, pemerintah terpaksa harus menjualnya ke luar negeri melalui pasar spot. Harga gas yang dijual juga terpaksa lebih murah.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads