"Saya tanda tangan kargo spot (gas bumi) sedih karena harganya murah. Gas berlebih karena industri dalam negeri tidak bisa menyerap," ungkap Wiratmaja ditemui dalam acara Launcheon Talk, di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Ia memprediksi, kelebihan pasokan gas akan bertambah lagi tahun depan, karena lagi-lagi industri dalam negeri tidak bisa menyerap, akibat perlambatan ekonomi, yang juga berdampak pada menurunnya produksi industri nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi produksi LNG (Liquified Natural Gas) dari Tangguh Train III mulai bisa dihasilkan tahun depan. Hal tersebut akan semakin menambah kelebihan pasokan gas karena belum mampu terserap pasar domestik.
"Apalagi tahun depan nanti jika Tangguh train 3 mulai produksi. Nanti (Tangguh) DMO (Domestic Market Obligation) sampai 80%, sementara komitmen pembeli belum ada. Rata-rata produksinya 16 kargo. Pertamina baru komitmen 4 kargo, ada sisa 12 kargo," tutur Wiratmaja.
Seperti diketahui, akibat kargo LNG tak terserap di dalam negeri, pemerintah terpaksa harus menjualnya ke luar negeri melalui pasar spot. Harga gas yang dijual juga terpaksa lebih murah.
(rrd/rrd)











































