Kondisi penurunan harga minyak ini disebabkan oleh produksi minyak yang terus melimpah, dan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memutuskan untuk tetap mempertahankan produksinya.
Dilansir dari Reuters, Selasa (8/12/2015), harga kontrak minyak jenis Brent turun 60 sen menjadi US$ 40,13 per barel, sementara harga WTI turun 79 sen menjadi US$ 36,86 per barel.
"Penurunan harga ini karena adanya fundamental baru setelah keputusan OPEC," jelas riset JBC Energy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah bank seperti Goldman Sachs memperkirakan, harga minyak bisa menyentuh US$ 20 per barel tahun ini. Semua ini akibat pasokan yang berlebih.
(dnl/hns)











































