Rencana Arifin Panigoro membeli 76% saham PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) senilai US$ 2,2 miliar atau setara dengan Rp 30 triliun dinilai positif oleh mantan Presiden Direktur PTNNT, Martiono Hadianto.
Menurut Martiono, penguasaan kepemilikan PTNNT oleh orang Indonesia adalah keinginan masyarakat Indonesia. Bila rencana Arifin mengakuisisi PTNNT terealisasi, tentu masyarakat Indonesia ikut senang.
"Kalau ada pengusaha Indonesia yang mau ngambil Newmont, itu sesuai kan dengan keinginan kita? Mudah-mudahan bagus," kata Martiono saat ditemui usai Diskusi Indonesian Mining Association (IMA) di Kafe Pisa, Jakarta, Kamis (10/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak tahu kapan pembicaraannya, mungkin baru-baru ini. Yang jelas saya nggak tahu, itu kan pembicaraan antara pemegang saham dengan Pak Arifin," ucapnya.
Sebagai informasi, saham NNT saat ini dikuasasi oleh empat grup besar yaitu, Nusa Tenggara Partnership B.V (NTP), dari perusahaan nasional ada MDB, PT Pukuafu Indah, dan PT Indonesia Masbaga Investama.
Berikut persentase kepemilikan saham Newmont:
Nusa Tenggara Partnership B.V (NTP) pegang 56%
- PT Multi Daerah Bersaing (PT MDB), pegang 24%
- PT Pukuafu Indah pegang 17,8%
- PT Indonesia Masbaga Investama pegang 2,2%











































