Rini Resmikan Pabrik Pelumas Terbesar di ASEAN milik Pertamina

Rini Resmikan Pabrik Pelumas Terbesar di ASEAN milik Pertamina

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 11 Des 2015 10:04 WIB
Rini Resmikan Pabrik Pelumas Terbesar di ASEAN milik Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero), melalui anak usahanya PT Pertamina Lubricants, meresmikan pengoperasian Production Unit Jakarta (PUJ) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang merupakan pabrik pelumas terintegrasi terbesar di ASEAN.

Pabrik pelumas ini diresmikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Fasilitas produksi ini di antaranya terdiri dari lube oil blending plant (LOBT) dengan kapasitas 270 juta liter per tahun, grease plant dengan kapasitas 8.000 MT per tahun, dan viscosity modifier plant berkapasitas 14 juta liter per tahun. PUJ yang baru memiliki kapasitas 80% lebih besar dibandingkan dengan kapasitas sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan pengoperasian tahap pertama unit produksi yang baru, maka memberikan nilai tambah bagi Pertamina, antara lain fasilitas produksi yang modern dan berteknologi tinggi dan akan meningkatkan brand perception. Selain itu, fleksibilitas sistem akan meningkatkan kecepatan pelayanan ketersediaan produk," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, di lokasi pabrik, Jumat (11/12/2015).

Menurut Bambang, kapasitas produksi LOBP Production Unit Jakarta tersebut setara dengan penggantian pelumas untuk lebih dari 67,5 juta mobil. Pabrik ini menghasilkan produk minyak pelumas dalam kemasan botol (lithos), pail, drum dan bulk.

Seluruh sarana fasilitas produksi yang digunakan berteknologi canggih, modern dan full automation antara lain Automatic Batch Blending, In-Line Blending, Simultaneous Blending, Pigging System, Drum Decanting Unit (DDU), Automatic Piggable Manifold, serta didukung oleh Full Automated Filling Machine yang terdiri dari Lithos Filling Machine (6 line produksi kapasitas 45.000 botol per jam), Drum Filling Machine (4 line produksi kapasitas 400 drum per jam), dan Bulk Filling Machine (80 m3 per jam).

Lebih jauh dengan penggunaan teknologi modern, maka berdampak positif kepada tingkat akurasi product blending yang tinggi sehingga menurunkan terjadinya rework dengan potensi efisiensi Rp 3 miliar per tahun.



Dengan peningkatan kemampuan produksi tersebut maka Pertamina mendapatkan peluang perluasan pasar produk grease ke konsumen, antaralain semen, baja, pertambangan, potensi meningkatkan market share produk grease menjadi sekitar 50% dan potensi nilai tambah sebesar Rp 20 miliar per tahun.

Aditif yang dihasilkan di PUJ digunakan untuk pembuatan seluruh type pelumas multigrade berbagai jenis pelumas Pertamina yakni prima XP, enduro, dan varian multigrade lainnya.

VM Plant ini mampu memenuhi kebutuhan aditif sebagai campuran pelumas Pertamina lebih dari 7 juta liter sehingga mengurangi ketergantungan terhadap aditif impor.

Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Gigih Wahyudi mengatakan, 2 fasilitas ini dibangun dengan menghabiskan dana Rp 1,3 triliun. Dengan alokasi grease plant Rp 500 miliar, sedangkan lube oil blending plant investasinya Rp 800 miliar.

"Kita penguasa pasar dengan market share pelumas di Indonesia sebesar 60% lebih. Dan pabrik ini merupakan mandatori dari pemerintah, baik untuk kurangi impor maupun mendukung program biofuel 20% tahun depan," kata Gigih.

Menurut Gigih, pabrik ini merupakan pabrik pelumas untuk kendaraan pertama di dunia. "Karena baru kita yang sudah mewajibkan penggunaan FAME (biofuel). Negara lain belum, jadi ini tekhnologi pelumas pertama," jelasnya.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads