Kondisi ini disebabkan oleh melimpahnya pasokan dunia, dan bahkan sudah menjurus ke perang harga antara negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan non OPEC.
Dilansir dari Reuters, Senin (14/12/2015), malam ini di pasar London, harga minyak jenis Brent turun 3,4% ke US$ 36,7 per barel, atau level terendahnya sejak Desember 2008. Sementara harga minyak produksi Amerika Serikat (AS) yaitu jenis West Texas Intermediate (WTI), turun 2,5% menjadi US$ 34,7 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara harga terendah minyak WTI adalah US$ 32,4 per barel, yang terjadi saat krisis keuangan dunia di Desember 2008 lalu.
Harga minyak terus mengalami tekanan. Belum lagi, angka ekspor minyak Iran pada Desember ini bakal berada di tingkat tertingginya dalam 6 bulan terakhir.
Sejumlah produsen minyak di wilayah Teluk dan Rusia pernah mengatakan, tidak akan memangkas produksinya meski harga akan jatuh ke US$ 20 per barel.
(dnl/hns)











































