Sudirman Said: Blok Mahakam Adalah Ujian Buat Pertamina

Sudirman Said: Blok Mahakam Adalah Ujian Buat Pertamina

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 16 Des 2015 19:08 WIB
Sudirman Said: Blok Mahakam Adalah Ujian Buat Pertamina
Jakarta - ‎PT Pertamina (Persero) akan mulai mengelola Blok Mahakam pada 1 Januari 2018 mendatang, menggantikan Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation yang mengelola Blok Mahakam sejak 1967.

Tingkat kesulitan untuk mengoperasikan Blok Mahakam tergolong tinggi karena lokasinya di lepas pantai. Butuh keterampilan, kecermatan, teknologi tinggi, dan modal besar untuk mengelola Blok Mahakam, di Kalimantan Timur.

Karena itu, Menteri ESDM Sudirman Said ‎menyebut pengelolaan Blok Mahakam oleh Pertamina merupakan hari yang bersejarah bagi industri migas di Indonesia. Untuk pertama kalinya, perusahaan migas milik negara itu akan mengelola blok yang amat besar dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar Pertamina bisa me‎ngoperasikan Blok Mahakam dengan baik, akan ada masa transisi pada 2016-2017. Pertamina dan Total sudah meneken Head of Agreement (HoA), sebagai persiapan alih kelola Blok Mahakam.

"Saya kira ini merupakan momen yang historis bagi perjalanan Blok Mahakam dan juga industri migas di Indonesia. Kepada Pertamina saya beri pesan khusus, ini pertama kalinya kalian mendapat transfer, tanggung jawabnya begitu besar, ini operasi yang sangat kompleks, besar perannya dalam produksi migas kita. Ini ujian berat, ini ujian buat kalian," kata Sudirman, dalam sambutannya saat penandatanganan HoA Pertamina dan Total, di Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Supaya Pertamina dapat mengelola Blok Mahakam dengan baik, Sudirman berharap Total dan Inpex mau bekerja sama dengan Pertamina. Saat ini, Pertamina dan Total, sedang menegosiasikan pembagian keuntungan dalam PSC yang baru.

"Kita melihat Total dan Inpex sebagai salah satu kontraktor yang sangat komit pada Indonesia dan saya rasa kita akan lanjutkan kerja sama di masa depan. Sebelum akhir tahun bisa ditandatangani PSC baru. Saya sebagai Menteri ESDM ingin partnership ini tetap berjalan," ucapnya.

Sudirman menambahkan, Pertamina harus memanfaatkan Blok Mahakam sebagai ajang pembelajaran untuk mengelola blok-blok migas yang besar dan sulit, sehingga ke depan Pertamina bisa lebih banyak berperan dalam industri migas di Indonesia.

"Mudah-mudahan kita bisa memasuki era baru dimana Pertamina mengelola blok yang besar. Ada masa transisi agar pengelolaan berjalan mulus. Kita ingin terus mengawal proses ini sebagai tahapan penting pengelolaan migas kita ke depan," pungkasnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads