Berkat PGN dan Pertagas, Harga Gas Bumi di Sumut Turun

Berkat PGN dan Pertagas, Harga Gas Bumi di Sumut Turun

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 16 Des 2015 20:07 WIB
Berkat PGN dan Pertagas, Harga Gas Bumi di Sumut Turun
Foto: Reuters
Jakarta - β€ŽHarga gas bumi di Sumatera Utara (Sumut) yang mencapai US$ 13-14/mmbtu sangat memberatkan bagi industri di sana. Akibat tingginya harga gas ini, biaya produksi menjadi tidak efisien, daya saing industri pun melemah.

β€ŽUntuk meringankan beban industri, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) telah menurunkan toll fee (tarif Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa) untuk pipa transmisi Arun-Belawan dan biaya distribusi gas. Selanjutnya, pemerintah juga akan menurunkan harga gas di hulu pada Januari 2016.

"Mereka (PGN dan Pertagas) sudah menurunkan toll fee dan biaya distribusi di Desember ini, yang (harga gas) di hulu nanti 1 Januari 2016," β€Žkata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, usai konferensi pers, di Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€ŽTotal penurunan toll fee dan biaya distribusi gas oleh PGN dan Pertagas mencapai sekitar US$ 1/mmbtu. Ditambah penurunan harga gas di hulu, harga gas di Sumut bisa turun sampai US$ 2,5/mmbtu pada Januari 2016.

"Sekitar US$ 1 sekian, nanti totalnya turun harga di hulu jadi US$ 2,5 per mmbtu," papar Wiratmaja.

Penurunan harga gas di hulu ini didapat dengan mengurangi pendapatan negara (government take) di hulu, sehingga tidak mengurangi bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengelola sumber gas.

"Di Sumut itu ada yang kontrak hulunya di atas US$ 6/mmbtu. Nanti diberi stimulus supaya harga gasnya turun. Januari bisa turun government take-nya," tutupnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads