President Director PT Pertamina EP, Rony Gunawan menyampaikan, setelah merampungkan perjanjian jual beli ini, diharapkan proyek di JTB akan cepat terealisasi.
"Kami tentu berharap proyek ini cepat berjalan, sehingga kedua belah pihak (penjual dan pembeli) bisa mendapatkan manfaatnya, sehingga juga bisa menambah pemasukan bagi negara," ujar Rony dalam keterangannya, Sabtu (19/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan proyek Lapangan JTB yang saat ini dikelola oleh Pertamina Cepu (PEPC) akan memulai kegiatan fisik pada pertengahan tahun 2016.
Lapangan JTB ditargetkan mulai produksi sebesar 227 juta kaki kubik gas bumi per hari (MMSCFD) pada kuartal pertama 2019 dan mencapai puncak produksi sebesar 315 MMSCFD pada 2020.
Dalam perjanjian ini, Pertamina EP yang mendapatkan share 8% struktur JTB, menjual gas kepada Pertamia (persero) yang selanjutnya akan dimanfaatkan untuk keperluan listrik atau Industri.
(rrd/dna)











































