Ada Gas Bumi Murah, Warga Rusun Kebon Kacang Ini Tak Mau Pindah

Memanfaatkan Gas Bumi

Ada Gas Bumi Murah, Warga Rusun Kebon Kacang Ini Tak Mau Pindah

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 21 Des 2015 10:56 WIB
Ada Gas Bumi Murah, Warga Rusun Kebon Kacang Ini Tak Mau Pindah
Jakarta -

Sudah puluhan tahun Tinah, tinggal di Rumah Susun (Rusun) Kebon Kacang, tapi perempuan yang sudah berusia lanjut ini tak mau pindah meski anak-anaknya sudah mengajak pindah ke daerah lain.

Tinah menolak ajakan anak-anaknya, dia memilih tetap tinggal di rusun bersama suaminya. Alasannya, di Rusun Kebon Kacang β€Žada jaringan gas (jargas) yang memasok gas bumi untuk memasak sehari-hari. Pasokan gas bumi berasal dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

"Kalau gas tabung (elpiji) kan habis kita mesti beli dulu. Dulu saya di Rawasari, kalau kehabisan gas malam-malam repot. Ini mah (gas bumi) pakai selang aja, bayarnya bulanan kayak tagihan listrik," kata Tinah, kepada detikFinance, di Rusun Kebon Kacang, Jakarta, Senin (21/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinah menuturkan, bukan hanya dirinya saja β€Žyang betah di rusun karena adanya pasokan gas bumi, ada juga warga lain yang sudah puluhan tahun tak mau pindah karena ingin tetap menikmati layanan gas rumah tangga. Apalagi tidak semua wilayah di Jakarta yang bisa menikmati gas bumi.

Aliran gas dari PGN ini, membuat para ibu di Rusun Kebon Kacang sangat terbantu. Setiap hari aliran gas dari PGN selalu lancar dan non-stop 24 jam, tak pernah ada gangguan selama puluhan tahun, memasak makanan sehari-hari pun jadi lebih mudah.

"Kita senang karena gasnya itu," ucapnya.

Di samping itu, jaringan gas rumah tangga ini juga membuat pengeluaran menjadi lebih ringan. Dibandingkan elpiji, biaya penggunaan gas bumi dari PGN masih lebih murah.β€Ž

"Yang pasti murah, kita senang itu," ujar Tinah.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads