Harga Minyak Loyo, Adakah Investor yang Tertarik Bangun Kilang?

Harga Minyak Loyo, Adakah Investor yang Tertarik Bangun Kilang?

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 21 Des 2015 18:40 WIB
Harga Minyak Loyo, Adakah Investor yang Tertarik Bangun Kilang?
Jakarta - Pemerintah mendorong percepatan pembangunan kilang di Indonesia, salah satunya melalui investor asing. Tetapi dengan kondisi harga minyak sekarang yang di bawah US$ 40 barel, adakah yang ingin berinvestasi?

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengakui, kondisi hari ini tidak begitu menjanjikan di sektor minyak. Namun untuk pembangunan kilang adalah persoalan investasi besar yang tentunya membutuhkan pertimbangan jangka panjang.

‎"Ini kan investasi‎ besar dan jangka panjang. Orang tidak akan mengambil keputusan dengan situasi tahun ini dalam persoalan bisnis jangka panjang, orang berhitung 10-20-30 tahun ke depan," ungkapnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (21/12/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada sisi lain, menurut Darmin kondisi sekarang adalah peluang bagi investor untuk meraup untuk besar. Alasannya, banyak negara produsen minyak kehilangan pasar akibat turunnya harga. Maka dengan berinvestasi kilang di satu negara, maka dapat mengunci pasar.

"Jadi justru bisa juga sebalikanya. Begini ceritanya, ada beberapa negara penghasil crude oil tiba-tiba sekarang nggak ada pasar, karena harganya sedang turun. Kalau dia sekalian bangun dan dia kirim terus kesitu, dia untung dua kali," papar Darmin.

Sehingga Darmin cukup optimis kilang menjadi salah satu infrastruktur yang menarik bagi para investor asing.

"Jadi bahwa tidak seperti yang dipikirkan selalu bisnis itu. Bisnis itu justru‎ kebingungan, ini saya juga kemana ini lama-lama. Lebih baik saya investasi," tukasnya.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads