Harga minyak dunia terus merosot hingga menembus level US$ 36 per barel. Bahkan, harganya anjlok hingga 68% dalam 1,5 tahun terakhir. Kondisi ini membuat pemerintah akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya benbsin Premium dan minyak Solar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengungkapkan, soal harga BBM, pemerintah memastikan harganya akan turun pada Januari. Kendati demikian, belum diputuskan berapa kisaran penurunan harga tersebut.
"Makanya Januari kita mesti putuskan harga baru. Tapi hampir dipastikan memang akan turun harga. Turunnya berapa, masih dikalkulasi," jelas Sudirman, saat jumpa pers, di kantor Ditjen Ketenegalistrikan, Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecenderungannya terus menurun. Turunnya lumayan tajam. Logikanya, apabila kita ikutin harga keekonomian memang mestinya turun. Turunnya berapa lagi dihitung. Mengenai metode reviewnya sudah kita sepakati 3 bulan sekali," katanya.
Sudirman melanjutkan, selain opsi menyesuaikan harga BBM dengan harga keekonomian mengikuti penurunan harga minyak dunia, opsi lainnya yakni menjadikan selisih harga BBM sebagai dana cadangan ketahanan energi.
"Pilihannya, dipepetkan ke harga keekonomian (BBM turun), atau kita mulai menjalankan amanah undang-undang energi, kita mulai memupuk dana ketahanan energi yang dulu sering dibicarakan. Ada dana dari penggerusan energi fosil tapi belum sempat terlaksana. Ini mungkin waktu yang baik. Dana itu digunakan untuk membangun sesuatu yang sustainable," jelasnya.
"Ini yang sedang dibahas di internal pemerintah. Saya kira sebelum akhir tahun kita sudah mesti putuskan harga BBM, tapi Januari dipastikan turun harga (BBM)," tutupnya.
(rrd/rrd)











































