Jokowi mengatakan, saat ini listrik bukan hanya menjadi urusan PT PLN (Persero) saja. Listrik sudah menjadi urusan negara dan pemerintah.
"Kenapa? Karena setiap saya ke daerah di provinsi mana pun, keluhannya sama, listrik byar-pet, sehari mati empat kali sehari, delapan kali sehari. Listrik mati, listrik kurang. Itu yang saya temui di setiap daerah, dan itu bukan kesalahan menteri atau dirut PLN. Saya nggak mau menyalahkan.β Tetapi ada masalah seperti itu harus diselesaikan," tutur Jokowi dalam pertemuan yang dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sampaikan, mampu, bisa. Dengan catatan, izin-izin yang terlalu ruwet itu harus dipotong, izin-izin yang terlalu lama, potong, baik PLN baik kementerian mau pun daerah. Itu yang sekarang dilakukan," ungkap Jokowi.
(dnl/ang)











































