Rizal Ramli Minta Saran Fortuga Soal Blok Masela, Ini Tanggapan ESDM

Rizal Ramli Minta Saran Fortuga Soal Blok Masela, Ini Tanggapan ESDM

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 22 Des 2015 18:20 WIB
Rizal Ramli Minta Saran Fortuga Soal Blok Masela, Ini Tanggapan ESDM
Jakarta - Menko Maritim Rizal Ramli meminta saran kepada alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1973 alias Forum Tujuh Tiga (Fortuga), terkait rencana pembangunan kilang apung Liquefied Natural Gas (LNG), Lapangan Gas Abadi, Blok Masela, di Laut Arafura, Maluku.

Menurut Staf Ahli Menteri ESDM, Said Didu, langkah tersebut sangat berbahaya dan sarat akan kepentingan, serta menjurus pada dugaan nepotisme.

"Ini berbahaya, bagaimana bisa seorang pemimpin di pemerintahan meminta saran rekomendasi atas kebijakan yang mau diambilnya, kepada kumpulan teman-teman, bukan ahli profesi, bukan organisasi resmi, tidak ada badan hukumnya, ini berbahaya," ujar Said dihubungi detikFinance, Selasa (22/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said mengatakan, berbahayanya langkah ini, karena tidak ada jaminan bahwa rekomendasi tersebut mengandung kepentingan pribadi dan kelompok, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Saya tegaskan ini bahaya. apa di sana (Fortuga) tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok, apa tidak hanya ingin cari pekerjaan saja, kalau salah rekomendasinya apakah bisa dipertanggung jawabkan? Itu kan teman-teman kongkow, apakah mereka ahli semua di sana? Ini penghinaan bagi ahli-ahli profesi," tegas Ketua Umum Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) 2009-2013 ini.

Seperti diketahui, Fortuga, alumni ITB angkatan 73 diminta Menko Rizal Ramli untuk memberikan rekomendasi perihal proyek kilang LNG di Blok Masela, Maluku yang akan dibangun Inpex Corporation, apakah dibangun di laut atau di daratan.

Hari ini, di kantor Menko Maritim, Fortuga menggelar jumpa pers untuk menyampaikan hasil rekomendasinya. Fortuga menyarankan agar kilang LNG yang mengolah gas bumi dari produksi Blok Masela tersebut, tidak dibangun di laut, melainkan di darat khususnya di Pulau Saumlaki, Maluku.



Foto: Tim Fortuga saat jumpa pers di kantor Menko Maritim.

"Kalau darat itu barangnya sudah jelas, sudah banyak contoh di Indonesia, tapi kalau terapung itu belum jelas, baik dari sisi investasi dan manfaatnya," kata salah satu anggota Fortuga, Yoga Supraptoβ€Ž, dalam konferensi pers di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Ini hasil lengkap rekomendasi Fortuga soal Blok Masela.

(rrd/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads