Arab Saudi, Kuwait Hingga China Minat Bangun Kilang di RI

Arab Saudi, Kuwait Hingga China Minat Bangun Kilang di RI

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 22 Des 2015 20:38 WIB
Arab Saudi, Kuwait Hingga China Minat Bangun Kilang di RI
Jakarta -

Investor asal Arab Saudi, Kuwait, hingga China menyatakan minatnya membangun kilang minyak di Indonesia, setelah pemerintah menjanjikan berbagai insentif yang tertuang di Peraturan Presiden (Perpres) yang merupakan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid VIII.

"Informasi yang kami dapat, Perpres sudah diteken (tandatangani) Pak Presiden, ini kado tahun baru, alhamdulillah sudah ditandatangan," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, dalam jumpa pers di kantornya, Plaza Centris, Kuningan, Selasa (22/12/2015).

Wiratmaja mengatakan, dengan keluarnya Perpres kilang tersebut, ditargetkan ada tambahan 4 kilang minyak baru dengan satu kilang berkapasitas besar sekitar 300.000 barel per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga target kita, kapasitas kilang nanti total menjadi 2 juta barel per hari," ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada investor dari 9 negara yang siap membangun kilang di Indonesia, namun mayoritas keinginan mereka membangun kilang di Pulau Jawa.

"Rencana kilang paling mendekati itu penugasan ke Pertamina yakni membangun kilang di Tuban, lalu di Bontang karena lahannya sudah tersedia dan terintegrasi dengan fasilitas petrokimia. Sedangkan investor swasta ada dari 9 negara, mulai dari Saudi, Kuwait, China dan lain-lain. Namun kebanyakan maunya di Pulau Jawa. Mereka juga butuh off taker (pihak yang membeli produksi kilang) serta boleh ekspor juga. Ini semua masih kita bahas," tutup Wiratmaja.

ESDM Tawarkan Pertamina Bangun Kilang Minyak Mini

Kementerian ESDM menawarkan pembangunan proyek kilang berkapasitas kecil (mini) kepada PT Pertamina (Persero). Kilang-kilang mini ini ada ada di daerah Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Jambi.

"Perpres (Peraturan Presiden) terkait insentif kilang sudah ditandatangan, ini kado buat kita semua, pembangunan kilang bisa didorong lebih masif. Tak hanya kilang dengan kapasitas besar, tapi juga kami (Kementerian ESDM) akan mendorong pembangunan kilang mini kapasitas 6.000-15.000 barel per hari," kata ungkap Wiratmaja.

Wiratmaja menambahkan, bila Pertamina tidak berminat terhadap investasi kilang mini ini, pihaknya akan melelangnya untuk dibangun oleh pihak swasta.

"Kilang ini posisinya dekat dengan sumur minyak dan jauh dari kilang besar. Aturan teknisnya akan diatur dalam Permen ESDM," tutup Wiratmaja.

(rrd/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads