Menteri ESDM: 5 Tahun Lalu Muka Pengusaha Tambang Cerah

Menteri ESDM: 5 Tahun Lalu Muka Pengusaha Tambang Cerah

Dina Rayanti - detikFinance
Rabu, 23 Des 2015 13:08 WIB
Menteri ESDM: 5 Tahun Lalu Muka Pengusaha Tambang Cerah
Jakarta - Lima tahun lalu merupakan tahun keberuntungan para pengusaha tambang dan minyak, harga komoditas tambang yang melonjak tinggi membuang keuntungan yang didapat sangat banyak. Namun sejak awal tahun ini, hampir seluruh komoditas harganya anjlok.

"Kita nggak pernah mengalami penurunan harga komoditas yang ekstrem, seperti saat ini. Lima tahun lalu kita ketemu dengan muka yang cerah, sangat cerah. Tapi sekarang, pengusaha kehilangan separuh pendapatannya, karena harga komoditas turun," kata Menteri ESDM Sudirman Said, di acara Penandatangan Amandemen Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara‎ (PKP2B), di Kantor Ditjen Minerba, Tebet, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Sudirman mengatakan, tidak hanya harga komoditas tambang, harga minyak mentah pun mengalami penurunan ekstrem. Beberapa tahun lalu harga minyak US$ 120 per barel sekarang sekitar US$ 36 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Minyak sebelumnya di US$ 120-an, sekarang di kepala 3," ucapnya.

Ia menambahkan, anjloknya harga komoditas saat ini merupakan kesempatan pemerintah dan pengusaha untuk berbenah. Pemerintah akan menata kembali sektor hulu-hilir pertambangan dan minyak dan gas bumi (migas).

"Penurunan ini buat kita survive, buat kita berbenah, tata kembali industri hulu-hilir kita. Jangan sampai kita kalah. Seorang loser itu dalam hal sulit dia malah menangis terus menghilang bila terkena hambatan. Seorang jagoan, hal sulit seperti saat ini terus berlatih, tata diri," katanya.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads