Pemerintah memutuskan mulai 5 Januari 2016 harga bahan bakar minyak (BBM), jenis Premium dan Solar turun. Premium jadi Rp 7.150/liter sedangkan Solar Rp 5.950/liter.
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Banyumas, Jawa Tengah, tak ingin keputusan tersebut merugikan usahanya, apalagi stok BBM di SPBU mereka saat ini sedang banyak-banyaknya
"Yang namanya pengusaha, kalau harga akan naik, akan berlomba-lomba menambah stok. Akan tetapi kalau harganya mau turun, mana ada pengusaha yang mau rugi, mestinya menurunkan stok, bukan menambah stok, nanti menimbulkan kerugian," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Hiswana Migas Banyumas Anas Pribadi kepada wartawan, Kamis (24/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu meminimkan stok, tapi ternyata yang namanya tahun baru, banyak libur dan sebagainya, kan peningkatan (permintaan BBM) tinggi. Ini kan membingungkan, di satu sisi awal tahun harga BBM akan turun, tanggal 31 Desember 2015 ini yang harusnya dipenuhi secara maksimal malah dia (pengusaha SPBU) berhemat, dikurangi, ini yang kami takutkan," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah telah mengumumkan penurunan harga BBM, namun harga baru tersebut baru berlaku pada 5 Januari 2015. Untuk Premium turun Rp 150/liter, sedangkan solar turun signifikan Rp 800/liter.
(arb/rrd)











































