"Ada kebanggan kami yang sudah pakai gas bumi. Karena meskipun ini harganya murah, tapi kami nggak disubsidi negara, sehingga kami nggak memberatkan negara," tutur Malik, seorang warga Rusun Bidara Cina ditemui detikFinance, Jumat (25/12/2015).
Lantaran tidak disubsidi, Malik mengaku tak khawatir ketika di pemberitaan ramai dikabarkan bahwa penggunaan LPG 3 kg yang saat ini masih disubisi pemerintah akan dibatasi penjualannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak khawatir LPG 3 kg dibatasi. Kan kita nggak pakai itu. Kita pakai gas bumi, sama murah tapi nggak repot," kata dia.
Di Rusun Bidara Cina ini, sedikitnya terdapat 688 unit hunian yang hampir semuanya terlayani jaringan gas kota, yakni jaringan pipa baja yang mengalirkan gas bumi langsung dari sumbernya menuju rumah-rumah warga.
Jaringan gas kota di Rusun Bidara Cina dikelola oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Untuk penggunaan hingga 10 meter kubik per bulan, warga hanya dikenakan biaya Rp 30.000-Rp 40.000.
(dna/feb)











































