Sopir Bajaj, Rumah Tangga, Industri Hingga PLN Hemat Pakai Gas Bumi

Memanfaatkan Gas Bumi

Sopir Bajaj, Rumah Tangga, Industri Hingga PLN Hemat Pakai Gas Bumi

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 25 Des 2015 14:18 WIB
Sopir Bajaj, Rumah Tangga, Industri Hingga PLN Hemat Pakai Gas Bumi
Jakarta -

Indonesia memiliki produksi gas bumi yang cukup banyak, harganya yang jauh lebih murah daripada menggunakan bahan bakar minyak (BBM), banyak kalangan yang hemat bahkan hingga triliunan rupiah kerena menggunakan gas bumi.

Mulai ibu-ibu rumah tangga, sopir bajaj, PT PLN hingga industri, sebagian sudah merasakan manfaat besar menggunakan gas bumi.

Seperti yang dialami 118 pelanggan di 9 kawasan industri di Jawa Timur-Jawa Tengah. Mereka sudah menggunakan gas bumi yang dipasok dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Regional Distribusi II.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsumsi gasnya mencapai 28 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dalam setahun industri tersebut dapat hemat Rp 2,06 triliun per tahun, angka yang sangat besar bukan.

Bagaimana dengan Bajaj? Di DKI Jakarta, ada sebuah komunitas Bajaj bernama Kobagas. Bajaj berwarna biru tersebut setiap harinya hilir muduk di Jakarta.

"Kobagas adalah salah satu contoh konkret pengguna gas bumi yang mendapatkan banyak manfaat. Dengan menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar, para sopir bajaj bisa menghemat biaya sekitar Rp 60.000-Rp 80.000 per hari," kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, kepada detikFinance, Jumat (25/12/2015).

Lalu penggunaan gas bumi untuk rumah tangga. Warga Rumah Susun Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku memasak sampai sepuasnya dengan gas bumi, tapi bayarnya tetap murah hanya sekitar Rp 40.000 per bulan.

"Lebih hemat pakai gas bumi dari PGN, cuma bayar Rp 40.000 per bulan.‎ Kalau waktu lebaran, masak banyak paling mahal cuma Rp 50.000 per bulan, itu sudah masak sepuasnya," tutur Santi, ibu rumah tangga dengan seorang anak, di Rusun Kebon Kacang.

Untuk PLN, BUMN di bidang listrik juga telah merasakan manfaat menggunakan gas bumi. Pasokan gas dari Lapangan Kepodang yang dialirkan melalui pipa gas Kalija sepanjang 207 km yang dibangun PGN ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok 1 x 1.000 megawatt (MW), membuat PLN dapat berhemat bila dibandingkan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Begitu pula dengan pembangkit listrik PLN lainnya yanh berbahan bakar gas.

"PGN membangun pipa Kalija sepanjang 207 km itu sekitar 203 km pipa di laut dan 4 km pipa di darat. Pengaliran gas dari Lapangan Kepodang ke PLTG Tambak Lorok itu memberikan penghematan kepada PLN, bila dibandingkan menggunakan BBM," tambah Kepala Divisi Komunikasi PGN Irwan Andri Atmanto.

(feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads