Rizal Ramli: Harga Gas RI Mahal Karena Ulah Trader Tak Bermodal

Rizal Ramli: Harga Gas RI Mahal Karena Ulah Trader Tak Bermodal

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 28 Des 2015 18:06 WIB
Rizal Ramli: Harga Gas RI Mahal Karena Ulah Trader Tak Bermodal
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menyebut banyaknya trader gas yang tak memiliki infrastruktur membuat harga gas bumi di Indonesia menjadi mahal. Pasalnya, para trader ini hanya berperan sebagai broker.

Artinya, karena tak memiliki infrastruktur misalnya pipa gas, mereka hanya menjual gas kepada trader lain. Para trader ini hanya mencari rente dari penjualan gas bumi. Akibatnya rantai pasokan gas menjadi panjang dan harganya mahal.โ€Ž

Industri, PLN, dan pabrik pupuk yang merupakan pengguna gas bumi sebenarnya bisa mendapatkan gas dengan harga lebih murah jika membeli langsung dari produsen gas bumi di hulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak masuk akal, harga gas di luar negeri sekarang US$ 3- US$ 4/mmbtu. Kok di Indonesia US$ 12/mmbtu? Ternyata karena banyak broker-broker, trader-trader, yang nggak punya fasilitas fisik tapi dapat jatah alokasi," papar Rizal saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (28/12/2015).

Karena itu, Rizal mendukung kebijakan Kementerian ESDM yang mewajibkan setiap pemegang izin usaha niaga gas bumi untuk membangun infrastruktur. Rizal berpendapat bahwa Peraturan Menteri ESDM โ€ŽNomor 37 Tahun 2015 entang Ketentuan dan Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi (Permen ESDM 37/2015) sudah tepat.

Beleid tersebut melarang penjualan berlapis, pemegang izin usaha niaga gas (trader) harus menjual langsung ke pengguna sehingga mau tak mau trader harus membangun infrastruktur untuk mengirimkan gas ke pengguna.

โ€Ž"2 minggu lalu kami sudah rapat soal gas, bagaimana supaya harga gas bisa turun. Ini harus kita benahi supaya kita lebih kompetitif," tandasnya.

Dia menambahkan, penggunaan gas bumi harus di Indonesia harus terus didorong. Pembangunan infrastruktur gas harus digenjot agar pemanfaatan gas bumi di dalam negeri bisa ditingkatkan. Sebab, gas bumi lebih efisien dibandingkan minyak bumi dan lebih ramah lingkungan.

Industri di Indonesia akan semakin berdaya saing jika bisa memperoleh suplai gas bumi yang cukup dan terjangkau harganya.

"Gas harus bisa murah, kan dipakai untuk industri, dampak lingkungannya juga lebih bersih. Lebih aman, dan sebagainya," tutup Rizal.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads