Artinya, karena tak memiliki infrastruktur misalnya pipa gas, mereka hanya menjual gas kepada trader lain. Para trader ini hanya mencari rente dari penjualan gas bumi. Akibatnya rantai pasokan gas menjadi panjang dan harganya mahal.โ
Industri, PLN, dan pabrik pupuk yang merupakan pengguna gas bumi sebenarnya bisa mendapatkan gas dengan harga lebih murah jika membeli langsung dari produsen gas bumi di hulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Rizal mendukung kebijakan Kementerian ESDM yang mewajibkan setiap pemegang izin usaha niaga gas bumi untuk membangun infrastruktur. Rizal berpendapat bahwa Peraturan Menteri ESDM โNomor 37 Tahun 2015 entang Ketentuan dan Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi (Permen ESDM 37/2015) sudah tepat.
Beleid tersebut melarang penjualan berlapis, pemegang izin usaha niaga gas (trader) harus menjual langsung ke pengguna sehingga mau tak mau trader harus membangun infrastruktur untuk mengirimkan gas ke pengguna.
โ"2 minggu lalu kami sudah rapat soal gas, bagaimana supaya harga gas bisa turun. Ini harus kita benahi supaya kita lebih kompetitif," tandasnya.
Dia menambahkan, penggunaan gas bumi harus di Indonesia harus terus didorong. Pembangunan infrastruktur gas harus digenjot agar pemanfaatan gas bumi di dalam negeri bisa ditingkatkan. Sebab, gas bumi lebih efisien dibandingkan minyak bumi dan lebih ramah lingkungan.
Industri di Indonesia akan semakin berdaya saing jika bisa memperoleh suplai gas bumi yang cukup dan terjangkau harganya.
"Gas harus bisa murah, kan dipakai untuk industri, dampak lingkungannya juga lebih bersih. Lebih aman, dan sebagainya," tutup Rizal.
(hns/hns)











































