BATAN: 75% Penduduk RI Dukung Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

BATAN: 75% Penduduk RI Dukung Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 29 Des 2015 10:30 WIB
BATAN: 75% Penduduk RI Dukung Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Jakarta - Rencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) semakin diterima masyarakat. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), sebanyak 75,3% penduduk Indonesia mendukung pembangunan PLTN.

Angka dukungan pembangunan PLTN selama 4 tahun terakhir terus meningkat. Meski pada 2011 sempat mengalami penurunan drastis yaitu hanya 49,5% masyarakat mendukung pembangunan PLTN akibat pengaruh kecelakaan PLTN Fukushima Dai-Ichi di Jepang.

Setelah itu, penerimaan masyarakat atas rencana pembangunan PLTN terus meningkat setiap tahunnya yaitu 52,9 % pada 2012, kemudian menjadi 64,1% pada 2013 dan pada 2014 menjadi 72%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masyarakat yang mendukung PLTN beralasan, jenis pembangkit tersebut dapat menghasilkan daya listrik yang besar. PLTN bisa lebih menjamin keamanan pasokan dan dapat memenuhi kebutuhan listrik secara nasional. Selain itu, harga listrik yang lebih murah menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih untuk menerima PLTN.

Sebaliknya, masyarakat yang tidak setuju dengan pembangunan PLTN di Indonesia, umumnya dilatar belakangi adanya kemungkinan kecelakaan PLTN dan kebocoran radiasi. Faktor pertimbangan lainnya yaitu PLTN akan menghasilkan limbah radioaktif yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.

Rupanya masyarakat di luar Pulau Jawa lebih menginginkan kehadiran PLTN (79,4%) dibandingkan dengan di Pulau Jawa (72,0%). Hal ini dipengaruhi kondisi kelistrikan di luar Jawa yang masih byar pet.

“Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia menyadari potensi pemanfaatan energi nuklir dan kontribusinya untuk menjamin pemenuhan dan kestabilan pasokan listrik di Indonesia,” ujar Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Senin (28/12/2015).

Menurut survei, masyarakat ingin BATAN menyiapkan infrastruktur untuk mendukung pemerintah membangun PLTN. Kepala BATAN mengatakan bahwa partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dari program energi nuklir nasional, sehingga BATAN berkomitmen untuk terus secara aktif melaksanakan sosialisasi dalam upaya meningkatkan pemahaman publik.

Selain menjaring pendapat masyarakat terkait rencana pembangunan PLTN, BATAN juga melakukan survei pemanfaatan tenaga nuklir. Obyek teknologi sebagai target survei adalah varietas unggul padi dari hasil mutasi radiasi.

Hasil survei menunjukkan, 61,6% responden mempercayai varietas padi hasil teknologi nuklir dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, menanam padi hasil mutasi radiasi tidak ada kendala yang dihadapi, seperti kesulitan adaptasi dengan kondisi lahan, serangan hama dan penyakit, serta adanya pengaruh iklim. 

Secara keseluruhan hasil survei menyimpulkan bahwa dengan menanam padi BATAN, pendapatan petani meningkat rata-rata sebesar 5,6%.

(hns/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads