"Ini penanda penting dari cara kita mengurus budget. Tahun 2014 serapan anggaran hanya 50%. Tahun ini kalau semua lancar 63% dari total anggaran Rp 15,1 triliun yaitu mencapai lebih dari Rp 8 triliun," kata Menteri ESDM Sudirman Said, dalam rapat pimpinan pengelolaan anggaran Kementerian ESDM dan Penyerapan DIPA tahun 2016, di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Selasa (29/12/2015).
Kenaikan serapan anggaran tersebut, kata Sudirman, berhasil diraih di tengah kenaikan anggaran Kementerian ESDM yang cukup signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian ESDM juga melakukan pembenahan penyusunan anggaran DIPA 2016. Misalnya dengan tender untuk belanja barang tahun anggaran 2016 sudah dimulai sejak bulan November lalu.
"Tender sudah dimulai sejak November tahun sebelumnya. Sekarang bulan Desember seluruh belanja barang sudah ditenderkan. Februari bulan kedua tanda tangan kontrak semua. Kesibukan akan terjadi di Juli dan November bisa cuti. November tidak kejar tayang lagi seperti sekarang," kata Sudirman Said.
Menteri ESDM mengaku memimpin rapat 30 kali untuk menyusun anggaran 2016. Sudirman optimis serapan anggaran tahun 2016 akan lebih dari 90% bahkan akan mengajukan tambahan anggaran dalam pembahasan APBNP 2016 mendatang.
"Kita akan cetak rekor serapan 90% lebih anggaran. April saat APBNP kalau terserap baik kita ajukan usulan tambahan anggaran. Dari situlah kegiatan yang belum terakomodasi bisa diajukan," tambahnya.
Total DIPA 2016 Kementerian ESDM sebesar Rp 8,5 triliun. Paling besar dialokasikan ke Ditjen Migas Rp 2,9 triliun disusul dengan anggaran Ditjen EBTKE sebesar Rp 2,1 triliun.
Menteri ESDM mengatakan, beberapa terobosan lainnya sepanjang 2015 diantaranya yaitu pencabutan subsidi BBM, pembubaran Petral dan peningkatan storage. "Storage naik 15-20%, modernisasi kilang, dan kita juga aktif lagi di OPEC," tambah Sudirman Said.
Kembalinya Indonesia menjadi anggota OPEC juga dianggapnya sebagai sebuah capaian berarti. "Berada di OPEC artinya kembali ke lingkup negara produsen dan perencana produksi minyak jangka panjang," jelasnya.
Mengelola anggaran, kata Sudirman said, hanya perubahan kecil dari perubahan sistemik yang ingin terus dilakukan. Sudirman Said juga menyampaikan berhasil merotasi 530 pejabat eselon I, II, dan III tanpa gejolak berarti.
"Selain itu kita lakukan rotasi perubahan 530 pemimpin eselon I, II dan III. Sebanyak 80 anak muda direkrut dari yang mendaftar 3.600 orang untuk ditempatkan di pulau terdepan mencari solusi bagaimana energi bisa dinikmati masyarakat di wilayah terdepan," jelasnya.
Di akhir arahannya di hadapan 200 pejabat eselon I, II dan III peserta rapim, Sudirman Said berpesan untuk meneruskan langkah-langkah perubahan sistemik yang positif.
"Pribadi bisa bergeser, berganti, atau turun. Ini harus ditanamkan di seluruh tingkatan. Tapi langkah perubahan sistemik yang lebih baik harus dilanjutkan," pungkasnya.
(rrd/rrd)











































