Deputi Manajer Hukum dan Humas, PLN Wilayah Sumur, Mustafrizal, mengungkapkan, pada pukul 05.43 WIB, listrik di Bandara Internasional Kualanamu padam. Hal ini terjadi akibat adanya gangguan pada instalasi bandara, yaitu keluarnya percikan api pada kabel yang terhubung dari MPS (Main Power Station) ke Gardu Pertamina yang berada dalam Kawasan Bandara.
"Sementara listrik bandara yang disupplai PLN dari penyulang KU.2 dan KU.3 melalui out going BR.1 beroperasi normal atau tidak dalam kondisi gangguan" ujar Rizal kepada detikFinance, Sabtu (2/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaga informasi, Bandara Kualanamu memiliki kapasitas listrik sebesar 7 megawatt (MW) yang disupplai dari 4 feeder yang berasal dari Gardu Induk Kualanamu, 2 feeder operasi, 2 feeder cadangan. Bandara memiliki Genset sebanyak 7 unit dengan daya terpasang 13 MW.
"Pemulihan gangguan dilakukan secara bertahap sehingga membutuhkan waktu untuk listrik normal kembali" tutup Rizal.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Manager Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto menyatakan listrik di Bandara Kualanamu mengalami gangguan sekitar pukul 05.45 WIB.
"Gangguan listrik, aktivitas pasti terganggu lah. Kepadatan penumpang terjadi, keadaan ini bisa kita minimalisir," ujar Wisnu.
Menurut dia, penyebab padamnya listrik tersebut belum diketahui. Petugas dari Divisi Teknik Listrik Bandara masih melakukan pengecekan.
"Listrik mengalami gangguan operasional check in, penanganan bagasi berjalan normal walau dilakukan secara manual," imbuhnya.
Meski demikian, kata Wisnu, penerbangan di Bandara Kualanamu tetap normal dan diusahakan untuk tidak delay. "Padamnya listrik di Bandara pagi ini pada jalur non-priority. Untuk jalur priority sebagai pendukung pelayanan penerbangan dan penumpang tidak mengalami gangguan. Untuk jalur non-priority kembali normal pada pukul 07.45 WIB," jelas Wisnu.
Wisnu menambahkan pihaknya akan melakukan evaluasi agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.
(rrd/rrd)











































