"Kontribusi terbesar penurunan tarif listrik Januari 2016 dibanding Desember 2015 adalah keberhasilan PLN melakukan efisiensi operasi. Sehingga Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik dalam diturunkan," kata Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, kepada detikFinance, Senin (4/1/2016).
Benny mengungkapkan, efisiensi yang dilakukan PLN tersebut diantaranya, dapat menurunkan susut energi dari jaringan distribusi listrik, yang turun dari 8,45% ke 8%. Lalu penurunan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam produksi listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, mulai 1 Januari lalu, tarif listrik golongan tariff adjustment turun, berikut daftarnya:
Pertama, kelompok tegangan rendah meliputi rumah tangga, bisnis skala menengah dan kantor pemerintah skala menengah mengalami penurunan tarif 100,22 Rp/kWh, dari Rp 1.509,38/kWh menjadi Rp 1.409,16/kWh. Penurunan disebabkan karena makro ekonomi sebesar Rp 12,3/kWh, sedangkan karena PLN melakukan efisiensi sebesar RP 87,92/kWh.
Kedua, tarif listrik di kelompok tegangan menengah yang meliputi bisnis skala besar, kantor Pemerintah skala besar, industri skala menengah. Ada penurunan sebesar Rp 97,58/kWh dari Rp 1.104,73/kWh menjadi Rp 1.007,15/kWh. Ini disebabkan karena makro ekonomi sebesar Rp 9,01/kWh, sedangkan karena PLN melakukan efisiensi di TM sebesar Rp 88,57/kWh.
Ketiga adalah tarif listrik di kelompok tegangan tinggi meliputi industri skala besar yang turun Rp 89,64/kWh dari Rp 1.059,99/kWh menjadi Rp 970,35/kWh. Ini disebabkan karena makro ekonomi sebesar Rp 8,64/kWh, sedangkan karena PLN melakukan efisiensi sebesar Rp 81,0/kWh.
(rrd/hns)











































