Harga Elpiji Turun, Pedagang Gas Merugi

Harga Elpiji Turun, Pedagang Gas Merugi

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2016 14:18 WIB
Harga Elpiji Turun, Pedagang Gas Merugi
Jakarta - PT Pertamina (Persero) hari ini resmi menurunkan harga elpiji mulai dari elpiji 12 kg, Bright Gas hingga Ease Gas. Penurunan harga ini berdampak pada kerugian agen penjual elpiji.

Seperti diketahui harga elpiji 12 kg rata-rata nasional turun Rp 5.800 per tabung. Di Jabodetabek, harga Elpiji 12 kg turun Rp 5.600 per tabung. Penurunan harga yang langsung diikuti di tingkat agen, membuat stok lama harus dijual dengan harga baru yang lebih murah.

"Walaupun stok kemarin tetep aja langsung otomatis harga diturunkan, mengikuti harga baru yang turun. Warung-warung protes pasti kalo nggak turun. Kita sudah kirim tadi pagi jualnya harga baru," kata Kusnia, karyawati agen elpiji PT Krida Shinta Nugraha, kepada detikFinance di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agen tersebut terpaksa menjual rugi 200 tabung elpiji dan Bright gas stok lama. Jumlah tersebut menurutnya sudah ditekan seminimal mungkin untuk mencegah kerugian lebih besar. Kusnia memilih mengerem pasokan selama sepekan terakhir.

"Kerugian kan ditanggung agen kalau harga turun seperti ini ya kita otomatis turun. Ada 150 tabung elpiji dan bright gas 30 tabung jual rugi. Kurang lebih jadi ada 200 tabung jual rugi. Tinggal dikalikan Rp 5.000 per tabung rata-rata ruginya. Itu saja sudah antisipasi mengerem pasokan dulu liat pemberitaan di TV harga elpiji mau diturunkan," jelas Kusnia.

Mau tidak mau, agen harus jual rugi dengan turunnya harga elpiji. Terlalu banyak stok lama akan membuat agen semakin rugi. "Kalau nggak antisipasi ya nyetok penuh bisa nggak untung," imbuhnya.

Namun hari ini agen tempat Kusnia bekerja sudah kembali menyetok elpiji dari Pertamina. Dua truk elpiji bermuatan masing-masing 80 tabung sudah tiba. Kusnia memutuskan melakukan pengambilan segera setelah menerima email terkait penurunan harga dari Pertamina.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads