Seperti diketahui harga elpiji 12 kg rata-rata nasional turun Rp 5.800 per tabung. Di Jabodetabek, harga Elpiji 12 kg turun Rp 5.600 per tabung. Penurunan harga yang langsung diikuti di tingkat agen, membuat stok lama harus dijual dengan harga baru yang lebih murah.
"Walaupun stok kemarin tetep aja langsung otomatis harga diturunkan, mengikuti harga baru yang turun. Warung-warung protes pasti kalo nggak turun. Kita sudah kirim tadi pagi jualnya harga baru," kata Kusnia, karyawati agen elpiji PT Krida Shinta Nugraha, kepada detikFinance di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerugian kan ditanggung agen kalau harga turun seperti ini ya kita otomatis turun. Ada 150 tabung elpiji dan bright gas 30 tabung jual rugi. Kurang lebih jadi ada 200 tabung jual rugi. Tinggal dikalikan Rp 5.000 per tabung rata-rata ruginya. Itu saja sudah antisipasi mengerem pasokan dulu liat pemberitaan di TV harga elpiji mau diturunkan," jelas Kusnia.
Mau tidak mau, agen harus jual rugi dengan turunnya harga elpiji. Terlalu banyak stok lama akan membuat agen semakin rugi. "Kalau nggak antisipasi ya nyetok penuh bisa nggak untung," imbuhnya.
Namun hari ini agen tempat Kusnia bekerja sudah kembali menyetok elpiji dari Pertamina. Dua truk elpiji bermuatan masing-masing 80 tabung sudah tiba. Kusnia memutuskan melakukan pengambilan segera setelah menerima email terkait penurunan harga dari Pertamina.
(rrd/rrd)











































