Penerimaan Migas Anjlok Tapi Cost Recovery Bengkak

Penerimaan Migas Anjlok Tapi Cost Recovery Bengkak

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2016 11:18 WIB
Penerimaan Migas Anjlok Tapi Cost Recovery Bengkak
Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) mencatat, beban cost recovery dalam kegiatan hulu migas yang terjadi sepanjang 2015 sebesar US$ 13,9 miliar.

Banyak kalangan menilai, cost recovery sebesar itu tak sebanding dengan penerimaan negara dari sektor migas sebesar US$ 12,86 miliar di tengah penurunan harga minyak dunia.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi menjelaskan, membengkaknya nilai cost recovery yang tak diikuti dengan naiknya pendpatan negara terjadi karena kontrak kegiatan sudah dilakukan sebelum harga minyak turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Government tax yang turun dianggap tak sebanding dengan cost recovery. Harga minyak turun nggak bisa langsung turun juga cost recovery," jelas Amien dalam paparan kinerja tahun 2015, di kantor SKK Migas, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Amien menjelaskan, cost recovery adalah pengeluaran-pengeluaran yang sudah ditombokin terlebih dahulu dan dicatat oleh K3S (Kontraktor Kontrak Kerja sama).

"Itu pengeluaran yang terjadi di waktu yang lalu-lalu, yah kita ganti sesuai hitunganya dari hasil penjualan minyak," tambahnya.

Amien melanjutkan, sejumlah efisiensi dari biaya operasi telah dilakukan sepanjang tahun lalu. SKK Migas menyebut telah berhasil menghemat US$ 351,5 juta dari renegosiasi ulang kegiatan EPCI (engineering, procurement, construction and installation), pemboran, kapal, turbomachinery, dan lainnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads