Di awal tahun ini, minyak jenis Brent sudah turun 8% lebih. Pelemahan ekonomi China, selaku konsumen minyak terbesar kedua dunia, memicu penurunan harga minyak. Karena konsumsi dari China diperkirakan menurun, sementara pasokan melimpah.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/1/2016), harga kontrak berjangka minyak jenis Brent turun US$ 2,19 per barel ke US$ 34,23 per barel. Harga Brent sempat menyentuh US$ 34,13, atau terendah sejak Juli 2004.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pelaku pasar mengkhawatirkan soal kondisi geopolitik dunia, seperti uji coba nuklir oleh Korea Utara. Sementara ketegangan hubungan Arab Saudi dan Iran diperkirakan hanya berpengaruh sedikit kepada arus distribusi minyak dunia.
"Saya pikir yang akan muncul adalah perang harga minyak, Agar produsen tetap menjaga pangsa pasarnya. Harga bisa makin rendah dan bisa menyentuh US$ 32 per barel," kata Analis, Tariq Zahir.
(dnl/dnl)











































