Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang mengungkapkan, pihaknya tak mempermasalahkan penghentian pasokan uap oleh Pertamina. Hal tersebut tidak akan menimbulkan masalah berarti pada jaringan listrik Jawa-Bali.
"Listrik Jawa-Bali itu ada 30% cadangan. Bagi PLN bukan masalah listriknya, kalau dipadamkan nggak ada masalah bagi PLN, karena kita ada cadangan lebih dari 3.000 megawatt (MW)," ujarnya ditemui di kantor pusat PLN, Blok M, Jakarta, Kamis (7/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa artinya 130 MW? Tidak ada. Cuma kami hargai ini energi baru terbarukan, (panas bumi) tidak pakai bahan bakar, kita mesti kembangkan. Cuma pada tarif yang sama-sama dapat terima dengan baik," ungkapnya.
Kendati demikian, lanjut Nasri, daripada saling merugikan, sebaiknya jangan sampai Pertamina benar-benar mematikan pasokan uap ke 3 pembangkit PLTP Kamojang.
"Apa sih masalahnya. Kenapa sih kok main mati-matiin? Kan nggak baik," tutupnya.
(rrd/rrd)











































