Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Jan 2016 10:46 WIB

Harga BBM Turun, Pengusaha SPBU Rugi Rp 100 Miliar

Rista Rama Dhany - detikFinance
Fotografer: Grandyos Zafna Fotografer: Grandyos Zafna
FOKUS BERITA Harga BBM Turun
Jakarta - Selasa (5/1/2016) lalu, pemerintah menurunkan harga bensin Premium jadi Rp 6.950/liter dan solar jadi Rp 5.650/liter. Keputusan ini membuat para pengusaha SPBU merugi sekitar Rp 100 miliar.

"Pengusaha rugi karena mereka masih ada stok BBM cukup banyak, namun esoknya harga BBM harus turun. Padahal stok tersebut mereka beli dengan harga lama," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang kepada detikFinance, Jumat (8/1/2016).

Bambang mengungkapkan, kerugian pengusaha SPBU paling besar pada solar subsidi. Karena penurunan harga solar cukup signifikan dari sebelumnya Rp 6.700/liter menjadi Rp 5.650/liter, sedangkan premium dari Rp 7.300/liter menjadi Rp 6.950/liter.

"Turunnya solar lebih besar, yakni Rp 1.050/liter dan premium Rp 350/liter," ujarnya.

Ia menambahkan, sebenarnya beberapa pengusaha SPBU sudah berusaha menghabiskan stok BBM-nya. Tapi karena masyarakat tahu harga BBM akan turun, sebagian lebih memilih menahan membeli BBM, atau membeli hanya untuk seperlunya saja.

"Total diperkirakan para pengusaha SPBU menderita kerugian Rp 100 miliar," ungkapnya.

Bambang mengatakan, sebenarnya kerugian ini dapat dihindari, apabila pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mau memberikan dispensasi kepada pengusaha SPBU. Para pengusaha diberikan dispensasi boleh menebus harga premium dan solar subsidi H-2 dengan harga BBM baru.

"Jadi dua hari sebelum BBM diturunkan, pengusaha SPBU diperkenankan membeli BBM dengan harga yang baru, harga yang sudah turun. Tapi saat penurunan BBM Selasa lalu, Kemenkeu menolak memberikan dispensasi, jadilah pengusaha merugi," tutupnya.

(rrd/drk)
FOKUS BERITA Harga BBM Turun
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com