Pembangunan pembangkit ini untuk mendukung pengoperasian pabrik feronikel yang sedang dibangun oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.
"Kebutuhan pembangkit saat produksi maksimal itu 600 MW," Kata Direktur Utama Bukit Asam, Milawarma saat MOU antara Antam dan Bukit Asam di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Desember 2018 listik jalan," jelasnya.
Milawarma mengatakan, untuk jenis pembangkit, Bukit Asam bersama Antam masih mengkaji apakah memakai full batubara atau gas. Meski demikian, pembiayaan akan ditanggung oleh Bukit Asam. Nilai investasi diproyeksi antara US$ 1,2 juta sampai US$ 1,4 juta per 1 MW.
Artinya total dana yang dibutuhkan membangun pembangkit ini sekitar US$ 840 juta atau setara Rp 11 triliun.
"Dana gampang. Pendanaan bisa sinergi bank dan sinergi BUMN lain," tambahnya.
(feb/rrd)










































