Alasannya, cadangan tambang (tembaga hingga emas) milik Freeport sangat besar sehingga BUMN ingin ada andil di sana.
"Divestasi Freeport, merupakan perjanjian pemerintah. Kami lihat potensi tambang Freeport besar, maka kami minta diberi kesempatan beli saham," Kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai tergantung nilai copper (tembaga). Nilainya turun besar sekali, terendah setelah 2009," tambahnya.
Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Tedy Badjrujaman menjelaskan, pihaknya siap bila diminta berpartisipasi dalam divestasi Freeport, termasuk masuk dalam aktivitas pertambangan di lokasi Freeport.
Ia menegaskan BUMN Indonesia mampu. Terkait aktivitas tambang bawah tanah Freeport di Timika Papua yang membutuhkan teknologi tinggi, Tedy menyebut pihaknya sanggup terlibat, karena memiliki pengalaman di tambang bawah tanah.
"Kita punya tambang tua di Gunung Pongkor. Kalau soal bawah tanah, lobangnya tergantung cadangan emasnya. Kalau cadangan emas banyak ya dikejar. Orang Indonesia intinya mampu," jelasnya.
(feb/rrd)











































