Penyumbang terbesar bea keluar tahun lalu berasal dari ekspor dari PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).
Freeport dan Newmont masing-masing menyumbang bea keluar sebesar Rp 1,4 triliun. Capaian tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada tahun-tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugeng menuturkan, tahun sebelumnya realisasi dari kedua perusahaan mencapai Rp 3,9 triliun. Ini seiring dengan penurunan volume ekspor yang dialami pasca diberlakukan aturan pelarangan mineral mentah.
"Tahun 2014realisasi Rp 3,9 triliun," jelasnya.
Untuk tahun depan, realisasi bea keluar harus menunggu volume ekspor yang direncanakan. Diharapkan bisa lebih besar dan memberikan tambahan penerimaan terhadap bea keluar.
(mkl/rrd)











































