Perbandingan yang dipakai ialah antara Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Changi Airport.
"Beda sebelumnya sampai 12% kemudian Pertamina turunkan avtur di Bandara Soetta sekitar 5%, sehingga masih beda 7-8%. Di lain pihak atau di luar Bandara Soetta ada kenaikan 1-2%," Kata Sekjen Indonesia National Air Carrier Association (INACA), Tengku Burhanuddin, saat jumpa pers di Kantor Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskapai, lanjut Tengku, juga mendengar adanya opsi pungutan biaya ketahanan energi terhadap avtur oleh Kementerian ESDM. Pungutan tersebut bila terealisasi bisa menaikkan beban maskapai. Walaupun akhirnya, rencana 'pengutan' BBM ini ditunda. Harga avtur sendiri berkontribusi 50% terhadap biaya operasional maskapai.
"Dengan biaya pungutan lebih tinggi bisa beratkan maskapai. Kalau ada pungutan Rp 200 per liter, kita nggak bisa bersaing," tambahnya.
(feb/rrd)











































