Di tengah menunggu keputusan Presiden Jokowi mengenai proyek gas Blok Masela, Menteri ESDM Sudirman Said dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengunjungi Pulau Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).
Di pulau yang berada dekat perbatasan dengan Australia ini, Sudirman dan Amien bertemu DPRD dan Pemerintah Daerah (Pemda) MTB, serta melihat lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi Logistic Supply Base Inpex Masela.
Dalam kunjungan ini, Jumat (8/1/2016), Sudirman Said didampingi jajarannya, antara lain Dirjen Migas IGN Wiratmaja, Dirjen EBTKE Rida Mulyana, Staf Khusus Menteri ESDM Nizar Suhendra, Tenaga Ahli Menteri ESDM William Subandar, dan Direktur Pembinaan Hulu Migas Djoko Siswanto. Sementara Amien Sunaryadi didampingi Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudianto Rimbono dan Kepala Unit Proyek Percepatan SKK Migas Ketut Budiarta. ,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan bertemu dengan Pemda dan DPRD, baik Sudirman Said maupun Amien Sunaryadi berharap MTB bersiap menghadapi proyek gas Masela yang diperkirakan mulai beroperasi pada 2024. Masyarakat MTB harus mengambil peran dan manfaat lebih dalam proyek ini dalam rangka pembangunan daerah ini.
Sudirman meminta Pemda dan DPRD MTB tidak terpengaruh dengan munculnya polemik proyek gas Masela dibangun di darat atau di laut.
"Soal dibangun di laut atau di darat, biar pemerintah yang memutuskan. Yang pasti, proyek ini harus memberi manfaat yang banyak kepada masyarakat MTB," pinta Sudirman.
Dalam kunjungan kali ini, Sudirman juga mengunjungi Pertamina dan PLTD Saumlaki. Sudirman juga meninjau pembangunan PLTS yang sedang dalam proses pembangunan. Hari ini, Sabtu (9/1/2016), Sudirman dan rombongan akan terbang ke Ambon untuk bertemu Gubernur Maluku untuk berdiskusi mengenai Blok Masela.
(asy/hns)










































