Djoko Siswanto, Direktur Hulu Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, lokasi tersebut dinilai pihak Lapindo lebih aman dibandingkan sebelumnya. Sehingga tidak akan lagi menyebabkan semburan lumpur ke atas.
"Alasan Lapindo secara teknis waktu ngebor yang terjadi blow out, di lapisan atas. Sehingga rekah yang sekarang di mana-mana. Dia mau mengebor yang lebih dalam lagi, menurut mereka itu belum terjadi perekahan, begitu," ujar Djoko, saat jumpa pers di Kantor Ditjen Migas, Jakarta, Senin (11/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, untuk menguji kebenaran dari pemaparan pihak Lapindo, maka perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Mulai dari teknis peralatan yang akan digunakan, para pekerja hingga dokumen perizinan serta aspek sosial masyarakat.
"Saat ini sudah berhenti semua. Sudah diintruksikan berhenti karena pembahasan kajian ulang revaluasi dan selanjutnya," tegasnya.
(mkl/dnl)











































