Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said pada saat membuka Rapat Kerja Tahunan ESDM 2016, di Padalarang, Jawa Barat.Β
Rapat Kerja diikuti oleh seluruh pejabat eselon I, II, dan III berjumlah 355 orang, termasuk dari SKK Migas dan BPH Migas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eksistensi birokrasi ada karena kewenangan yang diberikan oleh publik melalui pemilihan atau penunjukan berdasarkan konstitusi dan peraturan perundangan. Karena itu, sesungguhnya kekuasaanya amat kuat. Tetapi kekuatan itu menjadi lumpuh, kalau kekuasaan itu diperdagangkan, ditukar dengan suap dan segala macam kepentingan pribadi," tutur Sudirman.
"Bagi kita yang mendapat amanah untuk menjadi pelayan publik, seharusnya menempatkan harga diri di atas segalanya, agar kita berwibawa dan dipercaya. Agar kita tidak dilecehkan publik, dan dengan demikian kewenangan dan kekuasaan yang kita pegang ini memberi manfaat maksimal bagi masyarakat luas. Agar langkah-langkah pembenahan sektor ESDM dipercaya industri dan seluruh rakyat," ujar Sudirman.
Rapat Kerja yang secara rutin akan terus diselenggarakan ini juga dimaksudkan untuk melakukan evaluasi dan monitoring atas upaya pembenahan yang sedang dilakukan.
Dalam setahun terakhir, sejak Kabinet Jokowi-JK dibentuk, Kementerian ESDM telah melakukan berbagai langkah pembenahan.
Di bidang tata kelola (governance) telah dilakukan penyegaran 503 posisi pemimpin eselon I sampai dengan IV. Mereka ada yang mengalami promosi, rotasi, dan puluhan orang mengalami demosi bahkan ada yang diberhentikan dari jabatannya.
Perizinan telah dipangkas hingga 60%, dan akan terus dirampingkan. Hampir seluruh proses perizinan saat ini diurus oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di bawah koordinasi BKPM.
Program eksporasi terus didorong, begitu pun pembangunan infrastuktur migas. Stok BBM yang semula rata-rata tersedia antara 18 sampai dengan 22 hari, kini telah meningkat menjadi 24 hingga 30 hari.
Mata rantai pasokan ditingkatkan efisiensinya. Mata rantai perdagangan gas akan diefisienkan dengan menertibkan trader yang hanya bermodalkan izin dan alokasi, tetapi tidak membangun infrastuktur.
Program pembangunan Energi Baru dan Terbarukan terus ditingkatkan. Berbagai kebijakan diperbaiki untuk mendorong investasi. Dibentuk Center of Excellence Clean Energi di Bali. PLN akan menbentuk badan usaha khusus yang akan mengelola listrik berbasis EBT. Konservasi Energi akan digalakkan.
Pembangunan ketenagalistrikan 35.000 MW terus dijaga percepatannya. Tahun 2015 dari sisa 7.200 MW yang harus diselesaikan sudah beroperasi 50 persennya. Dari 35.000 MW program baru, 17.000 MW di antaranya sudah ditandatangani PPA nya.
Di bidang Minerba, hilirisasi akan terus dijaga konsistensinya. Bisnis tambang batu bara dan mineral akan didorong untuk melakukan konsolidasi dan penyehatan. Sebanyak 3.900 lebih IUP yang tidak clean dan tidak clear akan ditertibkan.
"Semua ikhtiar pembenahan itu dimaksudkan agar pembangunan kedaulatan energi tidak dirongrong oleh para pemburu rente. Praktik perburuan rente telah sangat akut terjadi di masa lalu, sehingga menyandera hak rakyat untuk mendapatkan akses energi yang luas dengan harga kompetitif", tambah Sudirman.
"Tugas saya membangun institusi, melakukan transformasi organisasi, menegakkan harga diri keluarga besar ESDM. Saya ingin yakinkan praktik-praktik buruk di masa lalu yang menyebabkan sejumlah senior kita masuk penjara tidak terulang lagi," tegasnya menutup Pidato pembukaan Raker.
(drk/hns)











































