"Saya pernah menugaskan orang-orang yang sulit berubah menjadi pengemudi mobil jenazah. Ini terjadi waktu saya menutup kompleks Dolly", kata Risma di hadapan 355 pejabat Eselon I, II, dan III Kementerian ESDM dalam Rapat Kerja Tahunan ESDM 2016, di Padalarang, Jawa Barat.
Dipandu oleh Menteri ESDM, Sudirman Said, walikota terpilih Kota Surabaya ini didapuk untuk menceritakan pengalamannya mengubah kota Surabaya termasuk mentransformasi birokrasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya saya mendapatkan ide, menugaskan mereka jadi sopir mobil jenazah. Sesekali saya ingatkan mereka, mau numpuk harta benda sebera pun, mau bandel seberapa pun, akhirnya kamu akan jadi jenazah seperti yang kamu antarkan itu", cerita Risma disambut dengan hening.
Risma lantas memberi semangat kepada seluruh peserta Raker, agar tidak ragu- ragu menghadapi tantangan perubahan.Â
"Asal kita benar dan hanya bekerja untuk rakyat, Tuhan pasti memberi jalan kita dan rakyat akan mendukung", tegasnya.
Seluruh pejabat ESDM mengikuti dengan serius diskusi dengan Risma hingga larut malam. Walikota peraih penghargaam Walikota Terbaik di dunia ini, menjelaskan berbagai upaya reformasi. Menata kota, menata taman, menata kesejahteraan warga, hingga mengurus kaum para jompo, bahkan orang gila.
"Pengalaman bu Risma mereformasi birokrasi sangat mengesankan. Bagaimana birokrasi yang keras, korup dan malas diubah dalam lima tahun menjadi birokrasi yang melayani, bersih dari korupsi dan sejahtera, " ujar Sekjen Kementerian ESDM Teguh Pamudji mengomentari Risma.
(drk/hns)











































