Listrik di wilayah Gorontalo mati total alias black out pada Sabtu (16/1/2016). Penyebabnya, akibat kegagalan pada jaringan transmisi yang membuat listrik tak bisa tersalurkan dari pembangkit.
Pemadaman juga dilakukan di Minahasa dan Kotamobagu karena masuk dalam jaringan transmisi Gorontalo. Hingga saat ini, sebagian listrik di wilayah Gorontalo masih padam, sebagian lagi berangsur pulih.
Supervisor Humas PT PLN (Persero) Suluttenggo (Sulawesi Utara, Tenggara, Gorontalo) Darmawan Uloli mengungkapkan, pihaknya saat ini telah menyelesaikan sejumlah perbaikan, sehingga mulai hari ini, beberapa daerah di area transmisi tersebut sudah kembali teraliri listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wawan mengungkapkan, hingga pukul 15.00 WITA, baru 60% wilayah Gorontalo yang sudah kembali teraliri listrik secara normal. Sementara di Minahasa sudah teraliri listrik 65%, dan 80% di Kotamobagu.
“Kalau bisa minggu ini bisa seluruhnya normal, kalau sisa dari penyulang sudah selesai diperbaiki semua,” ujarnya.
Sebelumnya, tiga wilayah yakni Gorontalo, Minahasa, dan Kotamobagu sempat mengalami pemadaman total sejak Sabtu lalu.
Kegagalan transmisi listrik 150 kilovolt (kV) sempat ditangani dengan mengoperasikan PLTD Andalas yang berkapasitas 35 MW, sementara beban Kota Gorontalo mencapai 55 MW, sehingga terpaksa dilakukan pemadaman cukup besar.
(drk/drk)











































