"Mundurnya Pak Maroef kami juga mengikuti. Tapi menurut kami, manajemen kan secara totalitas, bukan perseorangan saja. Kami melihatnya Freeport ini sebagai perusahaan yang dijalankan secara profesional," jelas Rini di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (19/1/2016).
Dia mengatakan, mundurnya Maroef tidak akan memberikan dampak, bila penggantinya nanti adalah orang yang profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga 10,64% saham Freeport dibanderol US$ 1,7 miliar, atau sekitar Rp 23 triliun. Menurut Rini harga saham tersebut terlalu tinggi alias kemahalan.
(dnl/hns)











































