Sebanyak 10,64% saham Freeport ditawarkan dengan harga US$ 1,7 miliar, atau sekitar Rp 23 triliun.
Banyak pihak yang menilai bahwa harga yang ditawarkan perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut terlalu mahal. Bagaimana tanggapan Menteri ESDM, Sudirman Said?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman mengatakan, saat ini pemerintah lewat koordinasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), telah meminta pertimbangan dari PT Danarakesa dan PT Mandiri Sekuritas.
"Biarkan mereka bekerja. Dan lembaga-lembaga ini punya metode penilaian sendiri yang bisa dipertanggungjawabkan, yang bisa diukur. Yang lain tidak usah berspekulasi," tegas dia.
Sudirman mengaku, kementeriannya tidak akan ikut-ikutan mencari perusahaan jasa penilai sendiri. Pihaknya hanya akan menunggu hasil penilaian dua lembaga penilai yang telah ditunjuk Kementerian BUMN.
"Tidak perlu tiap instansi punya lembaga penilai sendiri. Kami akan menunggu saja hasil penilaian dari lembaga yang telah ditunjuk Bu Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno). Kami harapkan bulan Maret sudah ada hasil penilaiannya," pungkas dia. (dna/wdl)











































