Anggota Komisi VII DPR, Ramson Siagian, membandingkan harga saham PT Freeport Indonesia dengan saham induk usahanya di AS, yaitu Freeport McMoRan Inc yang ternyata lebih murah.
Ramson menyebutkan, nilai kapitalisasi pasar saham Freeport McMoRan Inc di New York Stock Exchange hanya US$ 4,71 miliar. Tidak masuk akal bila nilai 10,64% saham anak usahanya di Indonesia sampai US$ 1,7 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya usulkan kalau memang pemerintah mau memperpanjang operasi Freeport Indonesia, sebenarnya langsung investasi saja di Freeport McMoRan. Di situlah BUMN langsung masuk ke market. Sehingga perencanaan lebih lanjut, pemerintah melalui BUMN terlibat dalam pengambilan keputusan di bursa saham New York," kata Ramson dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM, Sudirman Said, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/1/2016).
Menjawab usulan itu, Sudirman Said mengatakan, pihaknya tak bisa melakukan hal tersebut karena Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 (PP 77/2014) hanya mengatur divestasi saham PT Freeport Indonesia.
Tetapi, bisa saja BUMN membeli saham induk perusahaan Freeport di AS. Aksi korporasi tersebut merupakan kewenangan dari Kementerian BUMN, bisa saja dilaksanakan bila Kementerian BUMN memerintahkannya.
"Itu tidak bisa kami lakukan, karena PP tidak mengatur demikian. Bila Kementerian BUMN berpikir lebih strategis seperti itu, itu di luar domain kami," tutup Sudirman. (wdl/wdl)











































