Demikian diungkapkan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai memimpin upacara bendera di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Selasa (26/1/2016).
"Ya dulu bea keluarnya besar, sekarang nggak lagi. Harga komoditas jatuh, ikut jatuh. Kemudian bea keluar ya segitu segitu saja sesuai izin ekspor saja," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya semua turun. Dulu kalau Freeport jadi pembayar bea keluar terbesar sekarang nggak lagi," terangnya.
Terkait dengan tawaran Freeport untuk divestasi saham seharga US$ 1,7 miliar atau Rp 23 triliun, Bambang masih enggan berkomentar. Ini harus dibahas secara menyeluruh di pemerintahan.
"Ya mungkin ada (tim) tapi kita belum terinfo," tegas Bambang. (mkl/drk)











































