Rugi Freeport-McMoRan Bengkak 835% Jadi US$ 12,236 M

Rugi Freeport-McMoRan Bengkak 835% Jadi US$ 12,236 M

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2016 14:00 WIB
Rugi Freeport-McMoRan Bengkak 835% Jadi US$ 12,236 M
Foto: Istimewa/Puspa Perwitasari
Phoenix - PT Freeport-McMoRan (FCX), induk usaha dari PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatatkan kerugian mencapai US$ 12,236 miliar di sepanjang tahun 2015. Kerugian ini membengkak 835% dari kerugian tahun 2014 sebesar US$ 1,308 miliar.

Perseroan juga mencatat kerugian operasional sepanjang 2015 sebesar US$ 13,382 miliar. Padahal, di tahun 2014, tambang raksasa asal Amerika Serikat (AS) tersebut masih mencatatkan pendapatan operasional sebesar US$ 97 miliar.

Secara keseluruhan, pendapatan Freeport-McMoRan juga merosot 26% dari US$ 21,438 miliar di 2014 menjadi hanya US$ 15,877 miliar di sepanjang 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memburuknya kinerja tambang raksasa asal AS tersebut akibat merosotnya harga komoditas, termasuk harga minyak dunia yang anjlok hingga di bawah US$ 30/barel.

Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Richard C Adkerson mengatakan, kerugian perseroan diakibatkan harga komoditas yang terus menurun. Harga komoditas melemah di kuartal keempat 2015 dan awal 2016. Harga tembaga di pasar spot turun 15% menjadi US$ 2,00 per pon pada tanggal 30 September 2015, dan harga minyak jenis Brent merosot 37% menjadi US$ 30,50 per barel pada tanggal 30 September 2015.

Merosotnya harga-harga komoditas ini, salah satunya disebabkan karena perlambatan ekonomi China. Ini berdampak pada menyusutnya permintaan barang-barang komoditas.

"Harga komoditas dan minyak terus merosot. Ini menjadi kekhawatiran ekonomi global, khususnya soal perlambatan ekonomi China. Ini menjadi sentimen negatif di pasar keuangan," terang Richard seperti dikutip detikFinance dari Laporan Keuangan Freeport-McMoRan, Rabu (27/1/2016).

Dia menjelaskan, saat memasuki tahun 2016, dalam jangka pendek pihaknya fokus untuk mengembalikan posisi laporan keuangan FCX lebih baik dan meningkatkan keuntungan para pemegang saham.

Per 31 Desember 2015, total utang Freeport-McMoRan tercatat sebesar US$ 20,4 miliar, sementara total kas secara konsolidasi perseroan tercatat US$ 224 miliar. Freeport-McMoRan memiliki fasilitas kredit yang belum ditarik mencapai US$ 4 miliar.

"Kami memiliki aset yang besar dan berkualitas tinggi. Kami juga akan melakukan pengurangan utang perseroan yang cukup signifikan. Kami mencoba mempertahankan bisnis perusahaan dengan melakukan berbagai macam efisiensi, dan memungkinkan pemegang saham untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar di masa yang akan datang," jelas Richard. (drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads