Sebagai produsen minyak non OPEC, Rusia sebelumnya memang tidak mau memangkas produksi minyaknya, untuk meningkatkan pangsa pasar ekspor minyaknya melawan OPEC yang dipimpin Arab Saudi.
"Saya jadi skeptis. Produsen minyak meminta pihak lain memangkas produksinya, tapi tetap mempertahankan produksinya Saya pikir faktor geopolitik di Timur Tengah memiliki peran lebih besar dalam produksi minyak, ketimbang pernyataan dari seorang menteri energi (Rusia)," kata Analis, Andrew Lipow, dilansir dari Reuters, Kamis (28/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minyak jenis Brent naik US$ 1,3 (4,1%) ke US$ 33,1/barel, dan sempat menyentuh tingkat tertinggi di US$ 33,49/barel. Minyak CLc1 produksi AS naik 85 sen (2,7%) ke US$ 32,3/barel, dan sempat menyentuh tingkat tertinggi di US$ 32,84/barel.
Harga minyak makin susah ditebak, naik turunnya cukup tajam. Pergerakan harga minyak ikut mempengaruhi bursa saham dunia.
(dnl/dnl)











































