Pertamina Butuh Dukungan Pemerintah Cari Lapangan Minyak di Luar Negeri

Laporan dari Aljazair

Pertamina Butuh Dukungan Pemerintah Cari Lapangan Minyak di Luar Negeri

Arifin Asydhad - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2016 11:06 WIB
Pertamina Butuh Dukungan Pemerintah Cari Lapangan Minyak di Luar Negeri
Foto: lapangan minyak MLN di kawasan Gurun Sahara - Arifin Asydhad
Hassi Messoud - Pertamina terus memburu lapangan-lapangan minyak di luar negeri. Cara ini mutlak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri yang terus meningkat. Untuk itu, Pertamina sangat membutuhkan dukungan pemerintah.

Kebutuhan minyak dalam negeri pada 2025 diperkirakan mencapai 1,9 juta barel per hari. Selain akan dipenuhi dari dalam negeri, Pertamina menargetkan 30% didapatkan dari luar negeri.

"Demi kedaulatan energi kita, maka untuk memenuhi kebutuhan minyak pada 2025, salah satunya Pertamina akan terus melakukan pengembangan produksi ke luar negeri," kata Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (Pak Tjip) di sela-sela kunjungan ke lapangan minyak MLN di kawasan Gurun Sahara, Aljazair, Selasa (26/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rini dan pimpinan Sonatrach mengunjungi Gurun Sahara (Arifin - detikFinance)


Dalam melakukan pengembangan ke luar negeri, kata Pak Tjip, Pertamina sangat membutuhkan dukungan pemerintah. Meski dalam pengembangan ini lebih kental nuansa B to B (business to business), namun tetap diperlukan hubungan G to G (government to government).

"Karena itu, kehadiran bu menteri (Menteri BUMN Rini Soemarno) sangat penting buat kami dalam melakukan pengembangan yang lebih besar di Aljazair," kata Pak Tjip.

Pihak Aljazair, baik dari pemerintah maupun Alnaft (badan regulasi migas) dan Sonatrach (perusahaan migas nasional) sangat antusias menyambut kehadiran Rini. Kunjungan Rini ke Lapangan MLN di Gurun Sahara dan kamp Pertamina Algeria di Hassi Messoud ini merupakan kunjungan pertama kali seorang menteri sejak Pertamina mengembangkan produksi di Aljazair - sebuah negara yang berbatasan dengan Tunisia, Maroko, dan Libya - pada 2013.

"Kita bisa lihat bersama, bagaimana mereka menyambut Bu Rini. Pihak Aljazair semakin melihat bahwa Pertamina sangat serius dalam pengembangan produksi di sini dan langkah itu didukung pemerintah kita," ujar Pak Tjip.

Rini dan Pak Tjip saat bertemu pihak Aljazair (Arifin - detikFinance)


Saat ini Pertamina sudah melakukan pengembangan produksi ke tiga negara, yaitu Aljazair, Irak, dan Malaysia. Total produksi minyak dari 3 negara itu yang dibawa ke Indonesia selama ini adalah 114,2 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD).

Pak Tjip menyatakan target minyak yang didapatkan dari produksi luar negeri pada 2025 nanti akan mencapai 600 ribu barel per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk mencapai target, Pertamina salah satunya akan meningkatkan produksi di Aljazair. Selain itu, Pertamina juga akan mencari lapangan migas di negara-negara lainnya. (asy/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads