"Yang saya rasakan itu penghematan sekitar 40% dibandingkan saya sebelum pasang listrik surya atap ini," ujar salah satu anggota Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPSLA), Nur Pamudji, saat berbincang dengan detikFinance, Senin (1/2/2016).
"Jadi kalau misalnya tagihan listrik biasanya Rp 1 juta. Sekarang kita cuma bayar Rp 600 ribu," sambung Nur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saat panel surya ini bekerja, berarti kan kita nggak pakai listrik PLN. Ini yang langsung dipotong oleh PLN, sehingga tarif listrik yang kami bayar juga lebih murah," tutur Nur yang mantan Dirut PLN ini.
Bagaimana bila terjadi kelebihan produksi listrik yang dihasilkan oleh panel surya ini?
Nur menjelaskan, listrik yang dihasilkan dari panel surya ini sudah bisa masuk ke jaringan listrik milik PLN. Sehingga bila terjadi kelebihan prodiksi maka akan secara otomatis dialirkan ke jaringan listrik milik PLN.
Setiap volt listrik yang yang masuk ke jaringan miliki PLN akan dihitung sebagai potongan pemakaian.
"Misalnya kelebihan produksi 20 KwH, berarti nanti catatan pemakaiannya secara otomatis akan dipotong 20 volt. Jadi biaya pemakaian listrik yang harus dibayarkan juga bisa lebih rendah," tutur dia.
Dari hasil penghematan tersebut, bila dihitung maka dapat mengembalikan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli dan memasang panel surya tersebut.
"Hitung-hitungannya bisa kembali modal dalam 8 tahun," pungkas dia. (dna/wdl)











































