"Harga panel surya lokal lebih mahal 2 kali daripada panel impor seperti dari Singapura," kata Ketua Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPLSA) Bambang Sumaryo kepada detikFinance, Selasa (2/2/2016).
Sebagai gambaran, sistem panel surya ukuran 1 Watt Peak (WP) untuk produk lokal bisa dibandrol sekitar US$ 2, sedangkan produk impor dijual hanya US$ 1.
Ia tak tak habis pikir kenapa industri lokal bisa menjual panel surya lebih mahal daripada panel impor.
"Kita industri ada (produsen panel surya), tapi mungkin karena kurang efisien dan volume produksi masih rendah sehingga harganya 2 kali daripada harga impor," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan mereka jual untuk proyek pemerintah dan ekspor," sebutnya.
Alhasil, konsumen memilih membeli panel surya dari luar negeri seperti Singapura. Panel surya made in Singapura dinilai memiliki harga jauh lebih rendah.
"Kita hitung lebih murah datangkan dari Singapura daripada beli di Glodok (impor China), di sana ambil margin tinggi. Singapura punya pabrik sangat besar. Bahan dari biji silica sampai modul, dia punya pabriknya," tambahnya.
(feb/hns)











































