Hal ini diungkapkan oleh pengguna panel listrik asal Depok, Bambang Sumaryo kepada detikFinance, Selasa (2/2/2016).
"Tagihan per bulan turun 75% jadi Rp 300.000 dari Rp 1,2 juta sampai Rp 1,3 juta per bulan," Ketua Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPLSA) ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pakai 7.500 WP. Saya keluarin uang Rp 100 juta. Waktu itu kurs US$ 1 masih Rp 10.000," jelasnya.
Selain itu, dirinya bisa menjual listrik ke PLN dengan skema ekspor dan impor. Bila pasokan listrik panel berlebih maka listrik akan dikirim ke jaringan PLN. Sebaliknya, pasokan listrik PLN akan mengaliri listrik ke jaringan rumah tangga pengguna panel surya saat cuaca mendung atau malam hari. Sistem perpindahan listrik ini akan bekerja secara otomatis.
Lanjut Bambang, Ia menjelaskan 7.500 WP tersebut setara dengan pasokan listrik 7.500 Watt. Kapasitas itu mampu melistriki peralatan elektronik dalam 1 rumah.
"10 WP setara dengan misalnya memenuhi listrik lampu 10 Watt," ujarnya. (feb/hns)











































