Ahok Usul Premium DKI Dihapus, ESDM: Kita Belum Terima Surat Resmi

Ahok Usul Premium DKI Dihapus, ESDM: Kita Belum Terima Surat Resmi

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2016 21:08 WIB
Ahok Usul Premium DKI Dihapus, ESDM: Kita Belum Terima Surat Resmi
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melontarkan keinginan penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dari Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mendorong masyarakat agar beralih ke transportasi publik.

Menanggapi permintaan Ahok tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmadja mengaku belum menerima surat resmi dari Pemprov DKI terkait rencana tersebut.

"Kita bahas dulu saja, beberapa faktor harus kita pertimbangkan, surat resminya belum kita terima, kita bahas dulu di internal," katanya ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski belum menerima usulan resmi, namun Wiratmadja memberikan gambaran terhadap dampak angkutan umum yang akan kesulitan mendapatkan premium di Jakarta.

"Faktornya yang premium ini kan BBM bersubsidi satu untuk angkutan umum, kalau di tengah kota tidak ada berarti isinya yang non subsidi dong. Salah satunya itu, jadi banyak yang dipertimbangkan," jelas Wiratmadja.

Sebelumnya, saat ditemui di Gudang Bulog Divre Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara hari ini, Ahok menyatakan Jakarta akan lebih baik tanpa keberadaan Premium.

"Saya bilang sama Pertamina, disiapkan surat khusus, premium di Jakarta nggak usah saja," kata Ahok

Menurutnya, polusi akibat kendaraan pribadi itu juga memboroskan uang negara.

"Saya juga minta DKI supaya bensin premium dihapus saja. Tidak tepat bila subsidi diberikan ke minyak. Lebih baik subsidi kendaraan transportasi umum," tutur Ahok. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads