Banyak PLTS Rusak, ESDM: SDM untuk Mengelola Kurang Siap

Banyak PLTS Rusak, ESDM: SDM untuk Mengelola Kurang Siap

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2016 18:04 WIB
Banyak PLTS Rusak, ESDM: SDM untuk Mengelola Kurang Siap
Foto: Istimewa/dok Agus Humas PLN
Jakarta - Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah rajin membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun, sebagian besar pembangkit yang umumnya berada di daerah terpencil ini dalam kondisi mangkrak atau tak lagi beroperasi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui memang banyak PLTS yang rusak. ESDM mengungkapkan bahwa sumber daya manusia (SDM) untuk pengelolaan belum dipersiapkan dengan baik saat PLTS dibangun. Akibatnya PLTS tak terawat, tidak ada yang dapat memperbaiki ketika ada kerusakan.

"Iya betul (PLTS banyak yang rusak), tapi yang penting harus dimulai dulu. Kita nggak mungkin bikin satu program yang sempurna, dalam perjalanannya akan ada pelajaran. Kita membangun, ternyata SDM-nya untuk mengelola kurang siap. Itu jadi masalah," kata Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, di sela-sela rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencegah terulangnya hal serupa di kemudian hari, kata Rida, kini pihaknya menyiapkan juga operator untuk merawat PLTS saat proyek dimulai.

"Sekarang kita membangun PLTS pada saat yang sama kita juga mendidik operator untuk mengelola itu," ucapnya.

Selain itu, Kementerian ESDM juga menggalakkan program Patriot Energi. Program ini dilakukan dengan menempatkan mahasiswa-mahasiswa teknik untuk ditempatkan di daerah-daerah terpencil yang memiliki fasilitas PLTS. Tugasnya, melakukan perawatan berkala agar tak ada lagi solar sistem yang terbengkalai.

Sebelumnya, Anggota Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN) Kementerian ESDM, Agung Wicaksono mengungkapkan, terbengkalainya PLTS di berbagai daerah akibat mandeknya peralihan aset dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (Pemda).

"Ada beberapa hal itu mangkrak. Pertama itu kan dianggarkan pemerintah pusat lewat Dana Alokasi Khusus (DAK), nah di situ banyak masalah saat mentransfer asetnya, terhambat jadi tertunda sampai sekarang," ujarnya.

"Kemudian ada yang asetnya sudah ditransfer ke Pemda, tapi Pemda nggak punya anggaran buat rawat itu. Akhirnya nggak dirawat, batere dan panel rusak," tambahnya. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads